KUPANG.NW.id – Dance Bistolen resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Kupang periode 2026–2031.
Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) dan Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Hotel Harper Kupang, Selasa (15/9/2026).
Usai dilantik, Dance menegaskan komitmennya menjadikan HKTI sebagai wadah yang hadir dan memperjuangkan kepentingan para petani di Kota Kupang.
Menurutnya, persoalan petani saat ini tidak hanya menyangkut peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Hari ini kita dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kota Kupang.
Setelah pelantikan Ketua DPD HKTI Provinsi NTT Fernando Soares, kami akan menunggu instruksi dan langkah yang harus segera dilakukan sesuai visi dan misi HKTI,” ujar Dance Anggota DPRD Kota Kupang
Ia mengatakan, salah satu fokus utama kepengurusannya adalah melakukan advokasi terhadap petani di wilayah Kota Kupang.
HKTI, kata dia, perlu mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani sehingga organisasi dapat ikut mendorong solusi yang tepat.
“Kita akan melihat kebutuhan dasar para petani. Kota Kupang ini masih memiliki banyak wilayah pertanian, seperti di Alak dan Maulafa.
Karena itu, harus ada dukungan terhadap petani, baik bibit, pupuk maupun sarana pendukung pertanian lainnya,” katanya.
Dance menilai dukungan terhadap sektor pertanian sangat penting karena keberadaan kawasan pertanian di Kota Kupang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Karena itu, HKTI Kota Kupang akan berupaya membangun koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk memperkuat sektor pertanian serta memastikan kebutuhan petani mendapat perhatian.
“Kami ingin mendukung proses pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Kupang,” tegasnya.
Dance berharap kepengurusan baru HKTI Kota Kupang dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, khususnya melalui advokasi, penguatan sarana produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!