LABUAN BAJO, NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengapresiasi perhatian Komisi V DPR RI yang turun langsung meninjau progres pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores di Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (22/7/2026).
Menurut Johni, kunjungan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di NTT, khususnya Jalan Lingkar Utara Flores yang memiliki nilai strategis bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Kunjungan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur, khususnya Jalan Lingkar Utara Flores yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat," ujar Johni.
Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI H. Andi Iwan Darmawan Aras, didampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw serta sejumlah anggota dewan.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT di Bandar Udara Komodo, bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, dan mitra kerja Komisi V DPR RI.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI menegaskan komitmennya mengawal percepatan pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores sebagai salah satu proyek strategis nasional yang akan memperkuat konektivitas wilayah, mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.
Proyek yang dikoordinasikan Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum itu dirancang menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Reo hingga Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi. Selain menunjang sektor pariwisata, jalan tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah utara Flores.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, menjelaskan total panjang Jalan Lingkar Utara Flores mencapai 141,291 kilometer.
Dari jumlah tersebut, sepanjang 53,875 kilometer telah beraspal, 10,776 kilometer telah ditingkatkan, 43,515 kilometer masih berupa jalan tanah, dan 33,125 kilometer belum tembus.
Penyelesaian proyek ditargetkan berlangsung secara bertahap pada 2027–2031 dengan kebutuhan anggaran fisik sekitar Rp1,079 triliun, termasuk pembangunan sejumlah jembatan guna memastikan konektivitas jalur berjalan optimal.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan pembangunan sangat bergantung pada kesiapan lahan.
"Persoalan utama adalah kesiapan lahan. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh lahan berstatus clear and clean agar pembangunan tidak terkendala dan anggaran yang telah disiapkan dapat segera direalisasikan," tegasnya.
Usai peninjauan lapangan, rombongan melanjutkan rapat bersama Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta mitra kerja Komisi V DPR RI untuk membahas langkah percepatan penyelesaian proyek yang diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan pariwisata di Flores.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!