Sinergi dengan Gubernur,Fransisco Bessi Apresiasi Pengcab TI se-NTT, Target Emas PON 2028 di Kupang

Rapat Pengurus TI NTT Bersama Dispora NTT yang diwakili oleh, Dr. Frans Sales (Kakan) KONI NTT diwakili Oleh Heru Dupe (Tengah) Ketua Umum TI NTT, Fransisco Bessi (Kiri)

KUPANG, NW.id – Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2026–2030, Fransisco Bernando Bessi, SH., MH., CMe., CLA., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemegang hak suara serta pengurus cabang TI kabupaten/kota se-NTT yang telah memberikan kepercayaan kepadanya memimpin organisasi tersebut.

Fransisco menegaskan, mandat yang diberikan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa taekwondo NTT lebih berprestasi di level nasional.

“Saya berterima kasih atas dukungan seluruh pemegang hak suara dan pengurus cabang Taekwondo Indonesia di seluruh NTT.

BACA JUGA:  Tanpa Dana Pusat, PON 2028 Dibagi Tiga, NTT Kebagian 22 Cabor, Johni Asadoma,Kami Hitung Peluang Emas

Kepercayaan ini adalah amanah yang akan saya jalankan sebaik-baiknya demi kemajuan taekwondo di daerah kita,” ujarnya Selasa (03/03/2026).

Ia juga menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program Gubernur NTT, Emanuel Melki Laka Lena, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT.

Menurutnya, sinergi antara Pengprov TI NTT dan KONI menjadi kunci utama dalam menyiapkan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Kami siap mendukung penuh program Gubernur NTT untuk meraih prestasi terbaik pada PON 2028.

BACA JUGA:  RUPS Bank NTT Sepakati Langkah Strategis, Melki Laka Lena,Dukung Program Prioritas Daerah, Modal Ditambah

Taekwondo harus menjadi cabang olahraga penyumbang medali bagi NTT,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan PON 2028, cabang olahraga taekwondo direncanakan akan dipertandingkan di Kota Kupang.

Momentum ini dinilai sebagai peluang emas bagi atlet-atlet NTT untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Fransisco menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Fokus pembinaan tidak hanya pada kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan mental tanding serta peningkatan kualitas pelatih.

“Kita tidak boleh hanya menjadi tuan rumah. Kita harus jadi juara di rumah sendiri. PON 2028 adalah panggung sejarah bagi taekwondo NTT,” ujarnya optimistis.

BACA JUGA:  Lantik Pengurus KSP Swasti Sari di Tengah Konflik, Tim Hukum ,Linus Lusi Jadi Batu Sandungan Pemerintahan Melki-Johni

Menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov TI NTT, sejumlah nama kandidat sempat beredar seperti Ridwan Angsar, Yeskiel Loedou, dan Oned Djami. Fransisco menilai seluruh figur tersebut memiliki kapasitas dan jaringan yang baik.

“Semua punya kualitas. Yang terpenting sekarang adalah bersatu dan fokus membangun prestasi taekwondo NTT,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *