Tragedi Maut di TTS! Pikap Angkut 12 Penumpang Terbalik di Tikungan Curam , 2 Tewas di Tempat

Mobil terbalik di Nunkolo kabupaten TTS,Dua orang Tewas ditempat (Ist)

NTTWatch.id – Tragedi maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebuah mobil pikap yang mengangkut 12 orang penumpang hilang kendali di turunan curam Desa Sahan, Kecamatan Nunkolo, Sabtu (14/2/2026).

Dua orang tewas di tempat, sementara 10 lainnya terluka.

Mobil jenis Suzuki Carry bernomor polisi DH 8613 CE yang dikemudikan Nelson Nifu itu dilaporkan melaju dari arah Saenam menuju Kecamatan Boking.

Namun nahas, saat melintasi jalan menurun tajam dengan tikungan ke kanan, kendaraan tiba-tiba tak terkendali.

BACA JUGA:  Aniaya Lansai 88 Tahun di NTT, Polisi Berpangkat Aipda Ditangkap Setelah Kasus Mandek Setahun

Kasat Lantas Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Al Fathan Bimo Pratama membenarkan insiden tersebut.

“Benar, ada 12 penumpang termasuk sopir. Dua orang meninggal dunia. Saat ini kami masih lakukan olah TKP,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi yang duduk di bagian depan, terdengar bunyi sentakan pada sistem pengereman sebelum mobil meluncur liar di turunan.

Sopir disebut sempat menginjak rem dan menarik tuas rem tangan, namun kendaraan tetap melaju.

Di tengah kepanikan, pengemudi mencoba membelokkan mobil ke bahu jalan kiri untuk menghentikan laju kendaraan. Sayangnya, upaya tersebut gagal. Pikap justru terguling dan para penumpang terpental.

BACA JUGA:  Ladies Korban Laka di Kupang Patungan Biaya Berobat, Manajemen Heo Pub Milik Anggota DPRD Diduga Lepas Tangan

Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Satu korban mengalami patah tulang, sementara sembilan lainnya mengalami luka lecet dan benturan. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Nunkolo untuk mendapat penanganan medis.

Pihak kepolisian menduga kecelakaan dipicu kelalaian pengemudi. Selain faktor jalan ekstrem, kendaraan disebut membawa muatan melebihi kapasitas.

“Sementara dugaan karena kelalaian dan out of control. Pengemudi kurang hati-hati dan membawa muatan berlebihan serta diduga tidak melakukan pengecekan komponen pengereman secara maksimal,” tegas Iptu Bimo.

BACA JUGA:  Di Tengah Krisis BBM Rote Ndao, Mobil Plat Merah Diduga Bebas Antre di SPBU Sanggaoen,Warga Protes

Data identitas korban masih dilengkapi karena sebagian korban telah kembali ke rumah masing-masing tanpa menjalani perawatan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi para pengendara di wilayah perbukitan TTS.

Jalur menurun dan berkelok membutuhkan kewaspadaan ekstra, terlebih jika kendaraan membawa banyak penumpang. Kelalaian sekecil apa pun bisa berujung maut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *