ALOR.NW.id – Masyarakat Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, menyampaikan sejumlah persoalan kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, belum tersedianya ATM Bank NTT,
Selain itu mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM), kerusakan infrastruktur jalan, keterbatasan air bersih dan listrik, hingga kekurangan tenaga pendidik.
Berbagai aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog bersama pemerintah dan masyarakat yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Camat Alor Timur, Desa Maritaing, Kamis (29/10/2026).
Dalam dialog tersebut, Menanggapi permintaan ATM Bank NTT, Wagub Johni Asadoma menyatakan akan membicarakannya secara langsung dengan Direktur Bank NTT agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti.
Lalu Alexsius Mautuka, warga Desa Maritaing, mengungkapkan bahwa harga BBM di wilayah Alor Timur mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter.
Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat, terutama nelayan yang membutuhkan BBM untuk aktivitas melaut.
Selain itu, tokoh masyarakat Kelurahan Kolana Utara, Roky Makonimau, menyoroti kerusakan sejumlah ruas jalan penghubung antardesa yang menghambat aktivitas masyarakat.
Ia juga meminta perhatian pemerintah terhadap keterbatasan air bersih dan pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah yang belum terlayani secara memadai.
Persoalan pendidikan turut menjadi perhatian masyarakat. Perwakilan PGRI Kecamatan Alor Timur, Zet Soney, yang juga Kepala SD GMIT Kolana, mengungkapkan bahwa sejumlah guru honorer yang sebelumnya mengajar di wilayah tersebut setelah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru ditempatkan atau dimutasi ke daerah lain.
Akibatnya, beberapa sekolah mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Ia berharap pemerintah memperhatikan pemerataan distribusi guru agar pelayanan pendidikan di wilayah perbatasan tidak terganggu.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Johni Asadoma menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti setiap aspirasi melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Terkait persoalan BBM, ia akan berkomunikasi dengan Pertamina dan mitra kerja untuk mencari solusi agar masyarakat bisa memperoleh BBM dengan harga terjangkau dan sesuai ketentuan.
Sementara persoalan kelistrikan akan dikoordinasikan bersama PLN dan Pemerintah Kabupaten Alor untuk mengidentifikasi desa maupun dusun yang masih membutuhkan pembangunan jaringan listrik.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, juga menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten memberikan perhatian terhadap persoalan infrastruktur jalan dan pendidikan.
Menurutnya, penanganan sejumlah ruas jalan akan diakomodasi dalam anggaran tahun 2027 dengan rencana pengerjaan dimulai pada tahun tersebut.
Pemerintah daerah juga akan mengatur penempatan dan distribusi tenaga pendidik sesuai mekanisme yang berlaku.
Johni Asadoma menegaskan bahwa dialog langsung dengan masyarakat merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan riil warga di lapangan.
Dengan demikian, program pembangunan dapat diarahkan sesuai prioritas dan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Alor Timur, Semy Kartunggu, meminta agar setiap rencana program strategis, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, disertai sosialisasi yang memadai dan berkelanjutan.
Ia berharap masyarakat memperoleh penjelasan mengenai tujuan, manfaat, serta dampak program sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Dialog tersebut dihadiri Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Saroha Manullang, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang Ma’mum, unsur Forkopimcam, para kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, serta pengurus PGRI Kecamatan Alor Timur.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!