TARAKAN, NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menerima berbagai aspirasi diaspora NTT di Kalimantan Utara (Kaltara), mulai dari dugaan potensi tambang emas dan mineral di Kabupaten Lembata hingga kebutuhan konektivitas transportasi laut menuju Kabupaten Alor.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog bersama diaspora NTT yang berlangsung di Convention Hall Badan Penghubung Kaltara, Kota Tarakan, Kamis (22/10/2026) malam.
Dalam pertemuan itu, sejumlah warga menyampaikan peluang pengembangan potensi sumber daya alam dan perdagangan antardaerah yang dinilai perlu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTT.
Seorang warga asal Kabupaten Lembata yang telah merantau ke Kalimantan sejak 1980 mengungkapkan informasi mengenai dugaan kandungan emas di lima desa di kabupaten Lembata
Ia mengaku prihatin karena potensi tersebut, menurut pengetahuannya, telah lama menjadi pembicaraan masyarakat, tetapi belum diketahui adanya tindak lanjut yang jelas.
Ia meminta Wagub NTT agar mendorong pengecekan dan kajian lebih lanjut untuk memastikan keberadaan serta kelayakan pengembangan potensi mineral tersebut.
Selain dugaan kandungan emas, ia juga menyampaikan informasi mengenai potensi mineral barit di Desa Waikomo dan kandungan belerang di kawasan Gunung Ile Lewotolok.
Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu diteliti agar dapat diketahui manfaat dan peluang pemanfaatannya bagi pembangunan ekonomi masyarakat Lembata.
Menanggapi aspirasi itu, Wagub Johni Asadoma mengatakan pemerintah akan menelusuri informasi yang disampaikan masyarakat.
“Informasi mengenai potensi emas di Lembata ini belum pernah saya dengar sebelumnya. Nanti akan kita cek kembali,” ujar Johni.
Ia menegaskan bahwa informasi dari masyarakat dapat menjadi masukan awal bagi pemerintah dalam mengidentifikasi potensi daerah.
Namun, kepastian mengenai kandungan mineral dan peluang pengembangannya harus didukung hasil pemeriksaan serta kajian teknis.
Selain potensi sumber daya alam, persoalan konektivitas transportasi laut juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut.
Ketua Paguyuban Alor, Daniel Atamau, menyampaikan harapan agar pemerintah NTT memperjuangkan akses transportasi laut yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Kabupaten Alor.
Ia menilai konektivitas tersebut penting untuk memudahkan warga NTT di perantauan kembali ke kampung halaman sekaligus membawa barang dagangan.
Daniel berharap pemerintah dapat berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan operator pelayaran, untuk melihat kemungkinan pengembangan layanan transportasi laut yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Johni mengatakan bahwa upaya memperjuangkan konektivitas perlu didukung data konkret mengenai potensi perdagangan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui komoditas apa saja yang dapat dipasarkan dari Kaltara ke NTT maupun sebaliknya.
“Kalau kita memiliki data yang lengkap mengenai potensi perdagangan dan komoditas dari Alor maupun Kaltara, kita bisa menyampaikannya kepada Kementerian Perhubungan sebagai dasar untuk membicarakan kebutuhan konektivitas transportasi laut,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat dan pelaku usaha mengidentifikasi komoditas unggulan yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama perdagangan kedua provinsi.
Dalam kesempatan itu, Johni Asadoma juga mengajak diaspora NTT untuk memanfaatkan peluang usaha dan jaringan bisnis di Kalimantan Utara guna memperkuat hubungan ekonomi dengan daerah asal.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga NTT yang telah merantau dan berkontribusi di Kaltara.
Johni mengingatkan diaspora agar terus menjaga nama baik NTT, menghormati masyarakat setempat, serta menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Kalimantan Utara.
Ia juga mendorong masyarakat perantauan untuk berperan aktif membangun hubungan perdagangan, memperluas pasar produk unggulan, serta membuka peluang bisnis bagi pelaku UMKM di kedua daerah.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, siap memfasilitasi gagasan dan inisiatif kerja sama bisnis yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Johni Asadoma didampingi Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Florida Setyawati, S.T.; Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Johni Ataupah; serta Kepala SKALA NTT, Eripto Marviandi, yang bertindak sebagai fasilitator.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!