KUPANG.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, memberikan pembekalan kepada kontingen Pramuka asal Kabupaten Alor yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Cibubur, Jakarta.
Dalam pembekalan tersebut, Johni menekankan pentingnya menjaga disiplin, kekompakan, kesehatan, serta mematuhi seluruh arahan pimpinan rombongan selama perjalanan maupun mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan malam keakraban dan makan malam bersama itu berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT di Kupang, Selasa (4/8/2026). Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, pengurus IKKA Kupang, tokoh masyarakat, para pembina, serta anggota Pramuka.
Dalam arahannya, Johni membagikan pengalaman masa mudanya saat aktif sebagai Pramuka Penggalang di Gugus Depan 6869 Departemen Penerangan.
Berbagai tantangan fisik, termasuk berjalan kaki sejauh tiga hingga empat kilometer menuju tempat latihan, dijalaninya dengan penuh semangat dan kedisiplinan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, ketangguhan, serta semangat kebersamaan.
Johni menegaskan bahwa kepramukaan merupakan wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu bekerja sama.
“Hidup ini adalah kerja sama. Kita tidak boleh bekerja sendiri dan tidak boleh egois atau mau menang sendiri.
Nilai-nilai positif dalam Pramuka membentuk karakter dan visi agar menjadi generasi yang unggul serta tangguh di masa depan,” ujar Johni.
Kontingen Pramuka Kabupaten Alor dijadwalkan berangkat menggunakan kapal laut pada 6 Agustus 2026 menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Perjalanan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih lima hari.
Menghadapi perjalanan panjang tersebut, Johni mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga keselamatan dan tidak meninggalkan kelompok tanpa izin.
Seluruh anggota kontingen diwajibkan mengikuti komando pimpinan rombongan serta menjaga kebersamaan selama berada di kapal maupun setelah tiba di Jakarta.
Para peserta juga diminta tidak bepergian seorang diri. Setiap anggota diharapkan selalu bersama rekan atau kelompok agar dapat saling menjaga dan mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Selain aspek keselamatan, kesehatan menjadi perhatian utama.
Peserta diimbau berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, menghindari jajanan sembarangan, serta menjaga kebersihan tangan dengan menggunakan cairan pembersih tangan atau tisu basah.
“Kalau sakit, ya sudah, kita tidak bisa mengikuti kegiatan lagi. Kasihan, rugi,” pesan Johni kepada para peserta.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik karena rangkaian kegiatan Jambore Nasional dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 13 hingga 22 Agustus 2026.
Dalam suasana penuh keakraban, Johni menyampaikan rasa bangga dapat bertatap muka langsung dengan para pembina dan anggota Pramuka yang akan membawa nama Kabupaten Alor dan Provinsi NTT pada ajang nasional tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap persiapan kontingen, Wakil Gubernur NTT juga menyerahkan bantuan sebesar Rp15 juta kepada para peserta Pramuka.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah semangat kontingen Alor untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Jamnas 2026 dengan baik serta membawa nilai-nilai positif kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari pemerintah daerah, orang tua, sekolah, serta berbagai pihak, kontingen Pramuka Kabupaten Alor diharapkan mampu tampil percaya diri, memperluas persaudaraan, menambah pengalaman, serta mengharumkan nama NTT di tingkat nasional
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!