Kota Kupang

Berbagi Pengalaman Jambore Dunia, Dean Asadoma Motivasi Pramuka Alor di Kupang

Dean Asadoma saat memberikan Motivasi kepada Pramuka asal Alor

KUPANG.NW.id –Dean Asadoma, putra Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, membagikan pengalaman sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta kegiatan kepramukaan asal Kabupaten Alor yang berlangsung di Kota Kupang, Selasa (4/8/2026).

Dean yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Pimpinan Kontingen Indonesia pada ajang Jambore Dunia 2019 di West Virginia, Amerika Serikat, hadir untuk berbagi kisah perjalanan serta memberikan semangat kepada para anggota Pramuka yang tengah mengikuti kegiatan perkemahan tingkat daerah dan mempersiapkan diri menuju Jambore Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dean mengenang momen bersejarah ketika Kontingen Indonesia dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara sebelum bertolak ke Amerika Serikat.

Pada ajang Jambore Dunia tersebut, ribuan peserta dari lebih dari 180 negara berkumpul dan saling bertukar pengalaman, budaya, serta pengetahuan melalui berbagai kegiatan kepramukaan.

Meski pernah mendapat kesempatan mengikuti kegiatan internasional dan melanglang buana, Dean mengaku tetap bangga sebagai bagian dari NTT.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki darah Alor, meskipun lahir dan besar di Jakarta.

Pengalaman mengikuti Jambore Dunia itu kemudian dijadikan sebagai motivasi bagi para peserta agar memanfaatkan kegiatan kepramukaan sebagai ruang untuk belajar, memperluas wawasan, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan diri.

“Meskipun bisa dibilang Jambore Dunia itu ajang yang skalanya lebih besar, unsur-unsur yang kita dapatkan dari kegiatan Jambore ini sebenarnya sama,” ungkap Dean di hadapan para peserta.

Menurut Dean, kegiatan Jambore dan perkemahan memberikan tiga manfaat utama yang akan menjadi pengalaman berharga bagi setiap anggota Pramuka.

Pertama, kegiatan perkemahan membentuk ketangguhan mental.

Para peserta dilatih untuk menghadapi berbagai kondisi dan tantangan, mulai dari cuaca panas, hujan, hingga beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selain itu, pengalaman bepergian ke luar daerah juga membuka wawasan peserta terhadap berbagai hal yang mungkin belum pernah ditemui di daerah asal, termasuk kehidupan perkotaan, keberagaman budaya, serta cara masyarakat menjalani kehidupan.

Kedua, kegiatan Jambore menjadi wadah untuk memperluas relasi.

Melalui pertemuan dengan peserta dari berbagai daerah, anggota Pramuka dapat belajar memahami perbedaan bahasa, dialek, adat istiadat, serta beragam cara pandang dalam menyelesaikan persoalan.

Ketiga, kegiatan kepramukaan turut membentuk dan mengembangkan kapasitas diri.

Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketangkasan, tanggung jawab, wawasan, kerja sama, hingga kepemimpinan dapat tumbuh melalui keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan.

Namun, Dean menegaskan bahwa besarnya manfaat yang diperoleh sangat bergantung pada kesungguhan dan usaha setiap peserta.

Ia mendorong para anggota Pramuka agar tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai peserta, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, membangun komunikasi, serta mengambil pelajaran dari setiap agenda yang dilaksanakan.

Dean juga mengingatkan agar kesempatan mengikuti kegiatan kepramukaan tidak disia-siakan.

Sebab, kesempatan tersebut umumnya hanya datang sekali pada jenjang dan rentang usia tertentu.

Karena itu, ia mengajak para peserta untuk memiliki semangat eksplorasi, berani bertukar pikiran, serta membangun persahabatan dengan anggota Pramuka dari kontingen lain.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, menambah pengalaman, membangun relasi, dan mengembangkan kemampuan diri,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif itu mendapat sambutan antusias dari para peserta.

Sesi dialog kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai proses persiapan serta tahapan seleksi yang telah dilalui para anggota Pramuka dalam menyongsong ajang perkemahan bergengsi.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman selama mengikuti perkemahan, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, persaudaraan, serta semangat kepemimpinan untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!