SUMBA BARAT DAYA, NW.id – Video penertiban pedagang kecil oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Sumba Barat Daya meledak di media sosial dan memantik kemarahan publik.
Aksi aparat yang menegur seorang ibu penjual sayur dan pedagang ayam keliling itu bahkan menyeret nama Bupati Ratu Wulla Talu ke pusaran kontroversi.
Dalam video pertama, seorang ibu pedagang sayur tampak bersitegang dengan tiga anggota Satpol PP yang meminta dagangannya ditertibkan.
Ia menolak keras karena merasa tidak berjualan di rumah orang lain.
“Kami ini cari tambah uang sedikit-sedikit untuk anak-anak mau sekolah,” ucap sang ibu dengan nada getir dalam video yang viral tersebut.
Tak lama berselang, beredar pula video seorang pedagang ayam kampung yang dihentikan petugas. Ia diminta membuat surat pernyataan dan sempat terjadi tarik-menarik saat petugas memegang tangannya.
Bupati Turun Tangan
Menanggapi gelombang kritik, Bupati Ratu Wulla Talu langsung turun ke lokasi dan menemui pedagang yang viral, Sabtu (21/2/2026), usai kembali dari Kupang.
Ratu membantah keras narasi bahwa pemerintah melarang rakyat kecil berjualan.
“Itu lokasinya di kios, bukan rumah. Tidak benar ada larangan. Pol PP hanya mengatur supaya jualan tidak sampai ke bahu jalan,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak akan menzalimi hak masyarakat mencari nafkah. Namun, penggunaan bahu jalan sebagai lokasi berjualan dinilai melanggar aturan dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Akui Picu Gelombang Protes
Ratu juga mengakui insiden ini telah memantik rencana aksi demonstrasi dari warga. Namun ia menegaskan tidak gentar menghadapi kritik.
“Saya siap mendengarkan. Dari Selasa sampai Kamis rumah jabatan saya terbuka. Silakan datang, mau demo atau sampaikan aspirasi,” tandasnya,
Pernyataan itu justru memanaskan perdebatan di ruang publik. Sebagian warganet menilai penegakan aturan harus tetap berperikemanusiaan, sementara lainnya menilai bahu jalan memang bukan tempat berdagang.
Diunggah Ulang Hotman Paris
Kontroversi semakin membesar setelah video pedagang ayam diunggah ulang oleh pengacara kondang Hotman Paris di akun Instagram pribadinya. Dalam takarirnya, ia menulis sindiran tajam bahwa lebih baik “merobek aturan demi yang miskin.”
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dan memperluas sorotan nasional terhadap kebijakan penertiban di Sumba Barat Daya.
Kini, polemik antara penegakan aturan dan keberpihakan terhadap pedagang kecil menjadi perbincangan hangat.




