Kunjungi Badan Penghubung, Wagub NTT Tekankan Promosi Potensi Daerah untuk Peningkatan PAD

JAKARTA.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Badan Penghubung Provinsi NTT yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 42, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Setyawati, bersama seluruh jajaran pegawai.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia menekankan perlunya kerja yang lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan di seluruh Perangkat Daerah. “Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan PAD sebesar Rp2,8 triliun.

BACA JUGA:  Ramadan Penuh Makna, Kejaksaan Negeri Medan dan IAD Berbagi Ratusan Takjil untuk Pekerja Jalanan

Seluruh Perangkat Daerah harus mampu menggali potensi, menutup kebocoran, serta meningkatkan kinerja melalui kerja cerdas, kerja keras, dan kolaborasi,” tegas Johni Asadoma.

Wagub menyampaikan bahwa Badan Penghubung Provinsi NTT memiliki peran strategis sebagai salah satu kontributor PAD.

Oleh karena itu, Badan Penghubung diminta berperan aktif dalam promosi potensi unggulan daerah, khususnya di sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, pertanian, peternakan, serta perkebunan.

Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan pemetaan sebaran diaspora NTT di berbagai daerah. Menurutnya, diaspora memiliki potensi besar untuk mendukung promosi daerah, pengembangan jejaring, serta menarik investasi melalui penyelenggaraan berbagai event promosi potensi NTT.

BACA JUGA:  Wagub NTT Blusukan ke Bedeng Pekerja di Bali, Temukan Anak Tak Sekolah hingga Ingatkan Disiplin Perantau

“Resolusi tahun 2026 adalah target PAD Badan Penghubung harus tercapai,” ujar Wagub.

Selain itu, Johni Asadoma meminta agar awal tahun dimanfaatkan untuk memperkuat perencanaan dan kinerja, sehingga setiap program yang dijalankan memiliki dampak nyata bagi peningkatan pendapatan dan pembangunan daerah.

Wagub juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Badan Penghubung agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap data, potensi, serta isu strategis daerah sebagai dasar pelaksanaan tugas promosi dan pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Johni Asadoma menambahkan bahwa aset milik Pemerintah Provinsi NTT dapat dimanfaatkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga berdasarkan hasil appraisal dan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk aset yang berada di Bandung, Depok, dan Yogyakarta.

BACA JUGA:  NTT Terancam Tekan Belanja Pegawai 30 Persen, Wagub Johni Asadoma Siapkan Lobi ke Tiga Kementerian

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja Badan Penghubung Provinsi NTT, serta mendorong kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan PAD dan pembangunan NTT secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *