KUPANG.NW.id – Fernando Jose Osorio Soares mengantongi dukungan 21 pemilik suara (voter) dari total 35 pemilik hak suara dalam pencalonan Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Tim Pemenangan Fernando Soares, Muhammad Sipriyadin Pua Rake, setelah penyerahan surat mandat kepada Komite Pemilihan Kongres Biasa Asprov PSSI NTT, Kamis (29/10/2026).
Sipriyadin mengatakan, dukungan berasal dari sejumlah asosiasi sepak bola kabupaten dan klub yang tersebar di berbagai wilayah NTT.
Surat mandat tersebut diterima Abdul Muis selaku perwakilan Komite Pemilihan.
Ia menambahkan, tim pemenangan masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pemilik suara lainnya.
Menurutnya, masih ada empat voter yang diperkirakan akan memberikan dukungan.
Sipriyadin berharap proses pemilihan berlangsung tertib dan lancar serta menjadi momentum untuk mendorong pembenahan sepak bola di NTT.
Usung Pembinaan dan Kompetisi Berjenjang
Dalam pencalonannya, Fernando Soares membawa sejumlah gagasan untuk meningkatkan kualitas pembinaan, kompetisi, dan tata kelola sepak bola di NTT.
Salah satu program yang diusung adalah penyelenggaraan kompetisi secara teratur dan berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Liga dan Piala Gubernur diharapkan memiliki sistem serta jadwal yang jelas sehingga klub dapat berkembang secara berkelanjutan.
Fernando juga mendorong setiap klub memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai wadah pembinaan pemain usia dini.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berkualitas dan berpeluang bersaing di tingkat nasional.
Selain pembinaan pemain, peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan inspektur pertandingan juga menjadi perhatian.
Pendidikan dan sertifikasi dinilai penting untuk menunjang profesionalisme serta kualitas kompetisi.
Dorong Transparansi dan Modernisasi Sepak Bola
Di bidang organisasi, Fernando mengusulkan tata kelola Asprov PSSI NTT yang lebih transparan, profesional, dan melibatkan seluruh asosiasi kabupaten dan kota.
Ia juga mendorong pengembangan industri sepak bola melalui kerja sama dengan berbagai pihak, perluasan publikasi pertandingan, serta pemanfaatan media untuk meningkatkan daya tarik kompetisi.
Salah satu gagasannya adalah menghadirkan siaran pertandingan melalui televisi maupun platform digital.
Selain itu, Fernando mengusulkan penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC), dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan anggaran.
Di sektor infrastruktur, ia turut mengusulkan pembangunan atau peningkatan tiga stadion berstandar nasional guna mendukung penyelenggaraan kompetisi dan meningkatkan kualitas fasilitas sepak bola di NTT.
Berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem sepak bola yang lebih baik, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi berjenjang, peningkatan kualitas perangkat pertandingan, hingga pengelolaan organisasi yang profesional.
Sipriyadin berharap seluruh pemilik suara dapat mempertimbangkan gagasan dan program yang ditawarkan dalam menentukan kepemimpinan Asprov PSSI NTT untuk periode mendatang.
Ia juga mengajak seluruh elemen sepak bola di NTT menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan pemilihan berlangsung.
Musyawarah Provinsi (Musprov) Asprov PSSI NTT dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026.
Forum tersebut menjadi momentum bagi pemilik suara untuk menentukan ketua sekaligus membahas arah pengembangan sepak bola NTT ke depan.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!