Kab. Alor

Wagub NTT Cerita Pernah Jalan Kaki 12 Kilometer demi Sekolah, Motivasi Siswa SMAN Lantoka di Alor

. Wagub NTT Jhoni Asadoma bersama siswa -siswi SMA Lantoka Alor

ALOR.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan dengan berjalan kaki sejauh 12 kilometer setiap hari untuk memotivasi siswa SMA Negeri (SMAN) Lantoka agar tidak menyerah dalam meraih cita-cita.

Kisah tersebut disampaikan saat Johni melakukan kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Alor, Selasa (13/10/2026), di SMAN Lantoka, Desa Lantoka, Kecamatan Alor Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub NTT didampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Alor.

Johni juga mendorong para siswa membiasakan diri membaca buku, menguasai bahasa Inggris, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan lanjutan, termasuk melalui program beasiswa.

“Anak-anak kalau mau maju harus belajar bahasa Inggris. Nilainya bagus, kuliah dapat beasiswa.

Itu banyak sekali, salah satunya LPDP atau beasiswa dari negara-negara lain,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan para siswa agar bijak menggunakan teknologi dan media sosial, membangun pergaulan yang positif, mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi, serta menjauhi minuman keras, rokok, dan kebiasaan negatif lainnya.

Ia turut berpesan agar para siswa menghormati dan menyayangi orang tua, memperkuat kepercayaan diri, serta pantang menyerah menghadapi tantangan.

SMAN Lantoka memiliki lahan seluas 3,7 hektare dengan jumlah 90 siswa, didukung 16 guru dan empat tenaga kependidikan.

Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan peralatan pertanian untuk menunjang pembelajaran berbasis praktik.

Pihak sekolah juga berharap adanya dukungan pembangunan asrama guna membantu siswa dari wilayah yang jauh agar lebih mudah mengakses pendidikan.

Kunjungan Wagub NTT tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi belajar para siswa sekaligus mendorong perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan di wilayah perdesaan.

Pengembangan pendidikan yang sesuai dengan potensi daerah diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan belajar, serta mempersiapkan generasi muda NTT yang mandiri dan berdaya saing.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!