BOGOR.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, dipercaya menjadi penguji eksternal dalam ujian terbuka Program Doktor Studi Pembangunan Wilayah Desa di Institut Pertanian Bogor, (IPB).Pada jumat 7 Agustus 2026
Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset.
Pada ujian tersebut, promovendus Ardianto Maksimilianus Gai, dosen ITN Malang asal Ende, mempertahankan disertasi berjudul Model Strategi Sustainable Rural Livelihood Approach (SRLA) dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat.
Penelitian tersebut mengungkap bahwa kemiskinan di Manggarai Barat tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga kondisi geografis, kualitas infrastruktur, aksesibilitas, kapasitas kelembagaan, hingga dampak transformasi ekonomi berbasis pariwisata.
Karena itu, strategi penanggulangan kemiskinan dinilai tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam (one-size-fits-all), melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah.
Melalui pendekatan Sustainable Rural Livelihood Approach (SRLA), penelitian menawarkan model yang mengintegrasikan lima modal penghidupan masyarakat, yakni modal manusia, modal alam, modal fisik, modal finansial, dan modal sosial.
Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, terutama bagi daerah dengan karakter wilayah yang beragam.
Dalam sidang akademik tersebut, Johni Asadoma mengapresiasi hasil penelitian yang dinilai memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.
Ia meminta agar hasil riset tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Provinsi NTT.
"Hasil penelitian ini sangat relevan untuk menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur, bahkan dapat menjadi masukan bagi daerah lain yang memiliki karakteristik serupa," ujar Johni.
Penelitian juga menyoroti bahwa status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas sejak 2019 belum secara otomatis menghadirkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Manggarai Barat.
Manfaat pembangunan masih dipengaruhi kualitas sumber daya manusia, konektivitas, akses pasar, serta kapasitas ekonomi lokal
Ujian terbuka berlangsung di Ruang Sidang Senat Akademik IPB, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Sidang dihadiri keluarga promovendus, Rektor ITN Malang beserta civitas akademika, sahabat akademik, dan mahasiswa IPB asal Nusa Tenggara Timur.
Melalui penelitian ini, diharapkan lahir model penanggulangan kemiskinan berbasis karakteristik lokal yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, tidak hanya di NTT tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia yang menghadapi tantangan kemiskinan multidimensi.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!