KUPANG.NW.id – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johanis Asadoma bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kupang, Kamis (12/3/2026).
Sidak dilakukan di Pasar Ikan Oeba dan Pasar Kasih Naikoten guna memastikan ketersediaan stok, stabilitas harga, serta kelancaran distribusi bahan pokok menjelang hari raya.
Di Pasar Ikan Oeba, Wagub Johni Asadoma meninjau langsung lapak-lapak penjual ikan dan berdialog dengan para pedagang untuk memastikan stok ikan tetap tersedia menjelang HBKN.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau para pedagang agar menjual komoditas dengan harga yang wajar
“Kami tidak hanya melakukan sidak pasar, tetapi juga ingin mengetahui secara langsung kendala yang dihadapi para pedagang agar bisa menjadi perhatian pemerintah,” ujar Johni Asadoma.
Selain memantau harga dan ketersediaan ikan, Wagub juga mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan para pedagang terkait kondisi fasilitas pasar.
Salah satu pedagang ikan sekaligus Ketua RT setempat, Reni Muskanan, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini dinilai sudah tidak layak.
Ia menjelaskan banyak atap bangunan pasar yang bocor sehingga menyulitkan pedagang saat musim hujan.
Para pedagang juga mengeluhkan belum tersedianya fasilitas CCTV karena sering terjadi kehilangan ikan.
Selain itu, mereka berharap adanya perbaikan instalasi listrik, penyediaan air bersih, serta penataan sistem pengelolaan sampah di area pasar.
Reni juga menyoroti kondisi akses jalan menuju pasar yang rusak, padahal aktivitas ekonomi di lokasi tersebut cukup besar.
“Uang yang berputar di sini bisa miliaran rupiah setiap hari. Karena itu kami harap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki fasilitas pasar dan akses jalan masuk ke sini,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wagub Johni Asadoma menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan para pedagang.
“Apa yang disampaikan oleh para pedagang sudah kami dengar dan tentu akan menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub bersama TPID juga meninjau fasilitas cold storage milik PT HJC Seafood di kawasan Pasar Oeba.
Perusahaan tersebut membeli ikan dari nelayan lokal untuk kemudian dibekukan dan didistribusikan ke berbagai daerah seperti Surabaya dan Jakarta, dengan komoditas utama ikan kakap dan kerapu.
Usai dari Pasar Oeba, rombongan melanjutkan sidak ke Pasar Kasih Naikoten untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap stabil menjelang HBKN.
“Hari ini kami mengunjungi Pasar Ikan Oeba dan Pasar Kasih Naikoten untuk melihat secara langsung kondisi pasar serta memantau harga-harga komoditas apakah terjadi kenaikan menjelang hari besar keagamaan atau tidak. Kami juga ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idul Fitri nanti,” jelasnya.
Terkait kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya ikan, Wagub menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi kondisi cuaca buruk yang membuat nelayan sulit melaut. Meski demikian, ia menilai kenaikan harga masih dalam batas wajar.
Ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan serta tidak melakukan penimbunan barang yang dapat menyebabkan kelangkaan di pasar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar ketersediaan barang di pasar tetap terjaga serta tidak memicu kenaikan inflasi di daerah.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan sehingga pasokan barang di pasar tetap tersedia dan inflasi daerah dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perikanan Sulastri Rasyid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Soni Libing, Kepala Dinas Peternakan John Oktovianus, Kepala Dinas Sosial Kanisius Mau, serta perwakilan Polda NTT dan Kejaksaan Republik Indonesia.






