Berita Berkembang
Kota Kupang

Aspirasi Peternak Ditindaklanjuti,Wagub NTT Berhasil Fasilitasi Pengiriman 525 Ekor Babi ke Sumba

Wagub NTT Jhoni Asadoma

KUPANG.NW.id – Upaya Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jhoni Asadoma menindaklanjuti keluhan para peternak babi terkait kendala pengiriman ternak dari Kupang menuju Pulau Sumba akhirnya membuahkan hasil.

Sebanyak 525 ekor babi berhasil diberangkatkan menggunakan KMP Ile Labalekan pada Sabtu (12/9/2026).

Ratusan ternak tersebut diangkut menggunakan 13 truk dan empat kendaraan pick up. Sebelumnya, jumlah ternak yang akan dikirim sebanyak 450 ekor, kemudian bertambah 75 ekor setelah dokumen karantina untuk ternak tambahan selesai pada Sabtu pagi.

Keberangkatan ratusan ternak tersebut merupakan hasil fasilitasi dan koordinasi yang dilakukan Wagub NTT bersama sejumlah instansi terkait untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi para peternak.

Persoalan tersebut sebelumnya disampaikan anggota DPRD NTT Yunus Takandewa dalam sidang paripurna DPRD NTT pada Selasa (8/9/2026).

Dalam paripurna tersebut, Yunus meminta Pemerintah Provinsi NTT memfasilitasi pengiriman ternak babi dari Kupang menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Menurut Yunus, para peternak telah terkatung-katung di Kupang selama kurang lebih dua bulan akibat kendala pengangkutan.

Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Jhoni Asadoma pada Rabu (9/9/2026) menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Rakor tersebut melibatkan KSOP, ASDP, pihak Karantina, Dinas Peternakan, dan Dinas Perhubungan.

Selain koordinasi di tingkat daerah, Wagub NTT juga melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, untuk mendapatkan solusi terkait pengangkutan ternak melalui jalur penyeberangan.

Hasil koordinasi tersebut akhirnya memungkinkan 450 ekor babi yang sebelumnya tertahan untuk diberangkatkan.

Jumlah itu kemudian bertambah menjadi 525 ekor setelah 75 ekor lainnya mendapatkan kelengkapan dokumen karantina.

Pengiriman tersebut menjadi kabar baik bagi para peternak yang selama ini menunggu kepastian distribusi ternaknya ke Sumba.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan respons Pemerintah Provinsi NTT terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui lembaga DPRD, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi ternak dan mengurangi potensi kerugian yang dialami peternak.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!