Kota Kupang

Wagub Johni Asadoma Kecam Penembakan Dua Putra NTT di Papua,Minta Pelaku Ditangkap & Diadili

Wagub NTT Jhoni Asadoma

KUPANG.NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma mengecam keras penembakan yang menewaskan dua warga asal NTT saat menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah di Papua Pegunungan.

Johni menyebut aksi tersebut sebagai tindakan biadab dan kejahatan kemanusiaan.

Ia meminta aparat keamanan segera mengungkap kasus tersebut, menangkap para pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sebagai Wagub NTT mengecam keras tindakan biadab dari OPM tersebut dan meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku,” kata Johni, Kamis (10/9/2026).

Dua warga NTT yang gugur dalam insiden penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yakni drh. Alfonsius Albinus Mehan (35) dan Wili Mbuik (25).

Alfonsius merupakan dokter hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya asal Sikka, Maumere.

Sementara Wili merupakan CPNS Pemerintah Kabupaten Jayawijaya asal Busalangga, Kabupaten Rote Ndao.

Keduanya menjadi korban saat bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjalankan tugas menyalurkan bantuan pangan dan bibit ternak kepada masyarakat.

Dalam insiden tersebut, Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, juga turut menjadi korban meninggal dunia.

Johni menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara tegas terhadap para pelaku.

“Saya minta aparat keamanan untuk menangkap pelaku dan membawa para pelaku ke pengadilan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Johni, para korban berada di Papua untuk menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, aksi kekerasan terhadap mereka tidak dapat dibenarkan.

Ia bahkan mengutuk keras aksi tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan.

Jenazah Wili Dipulangkan ke NTT

Johni juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Pemerintah Provinsi NTT berharap proses hukum terhadap pelaku dapat dilakukan secara profesional dan tuntas sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan.

Sementara itu, jenazah Wili Mbuik telah dipulangkan dari Wamena melalui jalur udara menuju Kupang.

Setelah tiba di Kupang, jenazah Wili akan disemayamkan sementara sebelum kemudian dibawa menggunakan kapal menuju Rote Ndao.

Kepergian Alfonsius dan Wili menjadi duka mendalam bagi masyarakat NTT.

Keduanya gugur ketika sedang menjalankan tugas pengabdian dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di Papua Pegunungan.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!