Berita Berkembang
Kota Kupang

Pasien Filipina Da Costa Meninggal Usai Operasi di RSUP Ben Mboi Kupang,Keluarga Kecewa Dokter Tak Hadir

Istimewa

KUPANG, NW.id – Keluarga almarhumah Filipina Da Costa mengaku kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ben Mboi Kupang. Kekecewaan tersebut muncul setelah Filipina mengalami koma pascaoperasi hingga akhirnya meninggal dunia.

Kuasa hukum keluarga, Melkzon Beri, S.H., M.Si., mengatakan kekecewaan keluarga semakin mendalam karena dokter yang menangani Filipina disebut tidak berada di tempat ketika pasien mengembuskan napas terakhir.

"Selain itu pihak Rumah Sakit juga seolah-olah lepas tangan dan tidak mau bertanggung jawab 

“Menurut suami dan anak-anak almarhumah, saat Filipina Da Costa mengembuskan napas terakhir di RSUP Ben Mboi Kupang, dokter yang menangani pasien juga tidak ada,” kata Melkzon kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026) siang.

Menurutnya, saat keluarga membutuhkan penjelasan terkait kondisi pasien, pihak yang menangani langsung justru tidak berada di lokasi, 

“Yang ada saat itu hanya pihak manajemen, bagian tata usaha dan lainnya.

Pihak yang menangani langsung tidak berada di tempat. Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi keluarga,” ujarnya.

Melkzon mengatakan keluarga masih mempertanyakan sejumlah hal terkait penanganan medis Filipina Da Costa, terutama kondisi pasien setelah menjalani operasi hingga mengalami koma dan akhirnya meninggal dunia.

Keluarga juga menilai belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai apa yang terjadi terhadap almarhumah selama menjalani perawatan.

Sebelumnya, keluarga melalui kuasa hukum telah menyampaikan somasi dan meminta klarifikasi kepada pihak rumah sakit, termasuk mengenai dokumen dan rekam medis pasien.

“Keluarga berharap pihak rumah sakit memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan agar semua persoalan yang dipertanyakan dapat diketahui secara jelas,” tegas Melkzon.

Jenazah Dibawa ke Bima

Sementara itu, jenazah Filipina Da Costa disemayang kan rumah anaknya di Asrama Tentara Kuanino,dan Sabtu pagi telah diterbangkan dari Kupang menuju Bima, Nusa Tenggara Barat, untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Keluarga berharap proses klarifikasi maupun langkah hukum terkait penanganan medis almarhumah tetap berjalan sehingga dapat memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!