UMKM  

Wagub Jhoni Apresiasi PSMTI, Festival Lampion Kupang, Transaksi Rp1 Miliar, Bukti Ekonomi Rakyat Bergerak

Foto Wagub NTT Dr.Jhoni Asadoma (Tengah) didampingi Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Ketua PSMTI NTT Hengki Liyanto, dan Walikota Kupang Christian Widodo

KUPANG,NW,id – Kegiatan Kupang Lampion Food Street Market yang digelar di ruas Jalan El Tari, Kota Kupang, selama tiga hari sukses menjadi ruang kreativitas masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi rakyat.

Festival kuliner dan UMKM tersebut bahkan diperkirakan mampu mencatat total transaksi hingga menembus Rp1 miliar.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara penutupan Kupang Lampion Food Street Market yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Johni mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai wadah tumbuhnya kreativitas masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

“Kita menyaksikan bagaimana ruang publik ini menjadi tempat bertemunya kreativitas, berkembangnya usaha kuliner lokal, serta menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan produk dan karya mereka kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Menurutnya, deretan stan produk UMKM yang memenuhi lokasi kegiatan serta antusiasme masyarakat yang datang berkunjung menjadi tanda bahwa kegiatan ini telah menghadirkan ruang ekonomi yang hidup bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Tiga Mahasiswa Mabuk Miras di Kupang Mengamuk, Tukang Ojek Nyaris Jadi Korban Saberan Parang

Ia menambahkan, berbagai produk lokal dan sajian kuliner yang ditampilkan dalam festival tersebut menjadi bukti bahwa potensi ekonomi masyarakat di daerah terus berkembang.

“Setiap sajian kuliner yang disuguhkan, setiap produk lokal yang dipajang, serta setiap karya dari kelompok-kelompok kreatif menjadi bukti bahwa potensi masyarakat kita begitu besar dan terus berkembang,” tambahnya.

Johni juga menilai cahaya lampion yang menghiasi ruas Jalan El Tari selama kegiatan berlangsung menjadi simbol semangat kebersamaan, kerja keras, dan kreativitas yang mampu melahirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurutnya, Kupang Lampion Food Street Market tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi panggung kebangkitan ekonomi rakyat serta wadah pertemuan antara kreativitas, budaya, kuliner, UMKM, dan semangat kewirausahaan.

BACA JUGA:  Wagub NTT Johni Asadoma Disambut Tarian Leli saat Hadiri 100 Tahun Injil di Pantar Timur, Penuh Toleransi

“Kita berharap semangat kolaborasi dari berbagai pihak, baik paguyuban, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dunia usaha maupun pemerintah dapat terus menjadi kekuatan bersama dalam membangun perekonomian daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Johni juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Food Street Market, Andre Hartato, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Maret 2026 tersebut mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Keberagaman” dan melibatkan sekitar 70 pelaku UMKM di Kota Kupang.

Menurut Andre, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha. Bahkan salah satu pelaku UMKM mengaku mampu menjual hingga 1.200 produk dalam satu hari, sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.

“Secara keseluruhan, total transaksi selama dua hari pertama mendekati Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Dengan tambahan transaksi pada hari ketiga, kami memperkirakan total transaksi selama tiga hari kegiatan ini bisa menembus angka Rp1 miliar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wagub Jhoni Asadoma Bertemu Tokoh NTT di Papua, Dorong Pembukaan Kembali Jalur Laut Sorong– Kupang

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Kota Kupang.

“UMKM merupakan salah satu tumpuan utama ekonomi di Kota Kupang. Karena itu kami mengapresiasi PSMTI NTT yang telah menginisiasi kegiatan ini dan berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Ketua PSMTI NTT Hengki Liyanto, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan NTT Theo Widodo, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *