Hukum  

Awal 2026, Kapolda NTT Ultimatum Anggota, Stop Mabuk, Kekerasan, dan Pelanggaran Hukum

KUPANG.NW.id — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengawali tahun 2026 dengan peringatan keras dari pimpinan tertinggi.

Dalam apel pagi perdana tahun 2026, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., secara tegas mengultimatum seluruh anggota Polri agar menghentikan segala bentuk pelanggaran, mulai dari kebiasaan mabuk, tindak pidana, hingga tradisi kekerasan di internal kepolisian.

Apel yang digelar pada Senin pagi itu diikuti seluruh personel Polda NTT dan dipimpin langsung Kapolda, didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, Irwasda Polda NTT Brigjen Pol. Murry Mirranda, serta para pejabat utama Polda NTT.

“Saya melihat wajah-wajah penuh semangat dan harapan baru. Tahun 2026 harus kita yakini sebagai tahun yang lebih baik, tetapi itu hanya bisa terjadi jika kita sendiri berubah,” tegas Kapolda dalam arahannya.

BACA JUGA:  Dua Terdakwa Anak Kasus Kematian Remaja di TTU Divonis 6 Tahun 6 Bulan, PH Nilai Putusan Hakim Objektif

Dalam suasana Natal dan Tahun Baru, Kapolda menyampaikan ucapan selamat Natal kepada anggota yang merayakan serta mengajak seluruh personel menjadikan tahun 2026 sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri.

“Silakan buat resolusi, harapan, dan impian yang belum tercapai di tahun 2025. Saya sendiri melakukan itu setiap awal tahun bersama keluarga,” ungkapnya.

Namun, pesan humanis tersebut diiringi dengan penegasan keras. Kapolda secara terbuka menolak segala bentuk pembenaran terhadap penyimpangan dan pelanggaran hukum yang melibatkan anggota Polri.

“Saya harapkan di tahun 2026 tidak ada lagi penyimpangan dan pelanggaran. Kita ini aparat penegak hukum, jangan sampai justru melanggar hukum. Sanksinya sangat berat,” ujarnya lantang.

Salah satu sorotan utama Kapolda adalah praktik kekerasan yang masih kerap terjadi dalam relasi senior-junior, khususnya terhadap Bintara baru.

Ia menyebut tradisi pemukulan dan penganiayaan sebagai praktik kuno yang tidak memiliki nilai pembinaan sama sekali.

BACA JUGA:  Geger Pagi di TTS! Ayah Tega Suapi Bayi 11 Bulan Moke, Video Viral Bikin Publik Murka

“Tradisi kekerasan itu tradisi zaman kuno. Tidak ada manfaatnya. Yang ada kalian akan berurusan dengan Propam. Bina junior dengan ilmu kepolisian, bukan dengan pukulan,” tegas Kapolda.

Ia menegaskan, pembinaan yang benar adalah dengan mengajarkan kemampuan teknis kepolisian seperti patroli, pengaturan lalu lintas, dan penjagaan, bukan melalui kekerasan fisik.

Tak hanya itu, Kapolda juga mengingatkan anggota yang masih memiliki kebiasaan mabuk dan berpotensi melakukan tindak pidana agar segera menghentikannya.

“Anggota yang biasa mabuk dan melakukan tindakan pidana, ayo stop. Kita harus malu jika sampai melanggar hukum. Mari saling mengingatkan dan saling mengajak ke hal-hal yang lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan motivasi kepada anggota yang belum mencapai target karier, termasuk yang belum lulus Sekolah Inspektur Polisi (SIP).

BACA JUGA:  Sidang Tipikor RSUD Ende Rp1,9 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Terdakwa Tak Nikmati Uang ,Ada Pihak Lain Bertanggung Jawab

“Jangan berkecil hati. Kalian sudah berusaha. Yakinlah Tuhan punya rencana dan waktu yang tepat untuk kita,” ujarnya dengan nada empati.

Sebagai penutup, Kapolda menegaskan komitmen Polda NTT untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun perubahan nyata, bebas dari kasus-kasus negatif yang mencoreng institusi Polri.

Ia juga memberikan apresiasi kepada anggota dan pejabat yang berprestasi sepanjang tahun 2025

Kapolda turut menyampaikan selamat kepada Irwasda Polda NTT Brigjen Pol. Murry Mirranda yang dipercaya Pimpinan Polri untuk mengemban tugas baru sebagai Wakapolda Bangka Belitung, serta mengapresiasi sejumlah pejabat utama Polda NTT yang lulus seleksi Sespimpti dan mendapat promosi jabatan.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal dan silaturahmi bersama Kapolda NTT sebagai simbol kebersamaan dan soliditas dalam mengawali tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *