KUPANG, NW.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Pemerintah Rakyat Kota Jinggangshan, Provinsi Jiangxi, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), guna mendorong percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.
Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan kegiatan silaturahmi dan perkenalan antara Pemerintah Provinsi NTT, sejumlah pemerintah kabupaten, dan delegasi Tiongkok yang berlangsung di Kota Kupang, Selasa (27/10) malam.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil produksi, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Pemerintah Rakyat Kota Jinggangshan.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi terbentuknya kemitraan yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Johni, NTT memiliki potensi sumber daya alam yang besar dengan kekayaan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, perikanan, serta pariwisata. Salah satu destinasi unggulan yang telah dikenal secara internasional adalah Labuan Bajo dengan Taman Nasional Komodo.
Namun, di balik potensi tersebut, NTT masih menghadapi tantangan pembangunan, terutama dalam pemerataan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia menilai diperlukan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam pengembangan ekonomi.
“NTT memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
Karena itu, kami membutuhkan kemitraan, pengetahuan, inovasi, dan pengalaman dari berbagai pihak untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Johni.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan dirinya sebagai Wakil Gubernur terus mendorong pembangunan daerah melalui agenda prioritas, termasuk program Dasa Cita, dengan semangat “Ayo Bangun NTT.”
Berbagai program penguatan ekonomi masyarakat juga terus dikembangkan, di antaranya One Village One Product (OVOP), Gerakan Beli NTT, NTT Mart, dan Dapur Flobamorata.
Program-program tersebut bertujuan memperluas pemasaran produk lokal, meningkatkan nilai tambah hasil produksi, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Enam Kabupaten Dorong Potensi Daerah
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pemerintah kabupaten di NTT turut menyampaikan potensi unggulan daerah masing-masing yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak Tiongkok.
Bupati Belu menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Pemerintah Rakyat Kota Jinggangshan.
Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) menyambut baik kesempatan untuk membangun komunikasi dan menjajaki peluang kemitraan.
Bupati Rote Ndao menyoroti potensi industri garam dan pariwisata yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendorong pengembangan industri garam sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Potensi serupa juga disampaikan Bupati Sabu Raijua, khususnya di sektor garam, rumput laut, dan perikanan.
Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal dan memperluas pasar.
Sementara itu, Wakil Bupati Kupang berharap penjajakan kerja sama dapat membuka peluang kemitraan produktif antara Kabupaten Kupang dan Pemerintah Rakyat Kota Jinggangshan.
“Bagi kami, kerja sama yang baik bukan hanya tentang kesepakatan yang ditandatangani, melainkan juga tentang manfaat yang dihasilkan. Hubungan yang dibangun hendaknya berlandaskan rasa saling menghormati, saling menguntungkan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat kedua daerah,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi NTT berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja sama yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui semangat “Ayo Bangun NTT,” pemerintah daerah berkomitmen memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk mitra internasional, guna mengoptimalkan potensi unggulan daerah, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Belu, Bupati TTU, Bupati Sabu Raijua, Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Kupang, serta Mr. Tu Anbo bersama delegasi Tiongkok yang membidangi kerja sama, pendidikan, teknologi, hubungan internasional, dan investasi.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!