KUPANG, NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) mengunjungi rumah duka almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Kompleks RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.
Kehadiran Wakil Gubernur menjadi wujud penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa Pemerintah Provinsi NTT kepada keluarga almarhumah yang tengah berduka.
Di hadapan keluarga, Wakil Gubernur menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya dr. Icha.
Ia mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya dr. Icha.
Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujarnya.
Wakil Gubernur menegaskan, peristiwa yang menimpa dr. Icha menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap seluruh tenaga medis.
Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan dan harus mendapatkan rasa aman, perlindungan, serta lingkungan kerja yang baik. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali," tegasnya.
Terkait penanganan kasus, Wakil Gubernur menyatakan pemerintah mendukung penuh proses hukum yang dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap seluruh fakta dapat diungkap secara jelas dan objektif.
Proses hukum harus berjalan dengan baik sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga maupun masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait agar proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.
Selain itu, kasus ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan tenaga kesehatan di NTT.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk empati pemerintah kepada keluarga almarhumah, tetapi juga menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk mengawal pengusutan kasus hingga tuntas sekaligus memastikan para tenaga medis dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!