Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Jalur Ternak NTT, 2.300 Sapi Tertahan di Pelabuhan Tenau

Istimewa

KUPANG.NW.id – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berdampak serius terhadap distribusi ternak ke luar daerah.

Sedikitnya empat kapal pengangkut ternak yang dijadwalkan mengirim ribuan sapi ke luar NTT terpaksa tertahan di Pelabuhan Tenau, Kupang, akibat gelombang tinggi dan kondisi laut yang memburuk.

Hingga kini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca ekstrem yang dipicu oleh aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah perairan NTT.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau (HP2SK) NTT, Tono Sufarri Sutami, mengatakan ribuan sapi yang telah siap dikirim kini tertahan di Karantina Kupang, karena kapal ternak tidak mendapat izin berlayar demi faktor keselamatan.

BACA JUGA:  Belanja Pegawai NTT Capai 40 Persen, Melki dan Para Bupati Sepakat Lobi Tiga Kementerian

“Ribuan ekor sapi tidak bisa dikirim karena empat kapal pengangkut ternak tidak dapat berlayar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi,” kata Tono kepada wartawan, Selasa (20/1/2025) di Kupang.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut telah berlangsung hampir sepekan, membuat para pengusaha ternak hanya bisa bersikap pasrah sembari memastikan kondisi kesehatan ternak tetap terjaga.

“Kami hanya bisa terus memantau dan merawat sapi-sapi ini agar tetap sehat. Sudah hampir satu minggu tertahan karena kapal pengangkut tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Serahkan SK 2.497 PPPK, Ini Garis Start, ASN Harus Berani Pecahkan Masalah dan Berinovasi

Menurut Tono, sapi-sapi tersebut rencananya akan dikirim ke Kalimantan, khususnya Banjarmasin, serta ke Pulau Jawa, untuk memenuhi kebutuhan stok daging nasional.

“Pengiriman ke Jawa dan Kalimantan untuk kebutuhan daging. Saat ini fokus utama kami menjaga kesehatan ternak agar saat cuaca membaik, sapi bisa langsung dikirim dalam kondisi layak,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, total sapi yang saat ini tertahan mencapai sekitar 2.300 ekor dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pengusaha apabila cuaca ekstrem berlangsung lebih lama.

“Sekitar 2.300 ekor sapi masih tertahan dan belum bisa dikirim akibat cuaca buruk,” pungkas Tono.

BACA JUGA:  Natal Nasional 2025, Prabowo Bicara Persatuan, Gubernur NTT Soroti Stunting dan Kemiskinan Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *