Gubernur NTT Serahkan SK 2.497 PPPK, Ini Garis Start, ASN Harus Berani Pecahkan Masalah dan Berinovasi

Gubernur NTT Melki Laka Lena serahkan SK PPPK

Kupang,NW,id  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 2.497 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun Anggaran 2024 dalam acara yang berlangsung di GOR Oepoi Kupang, Rabu (10/12/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pengangkatan PPPK bukan semata pemenuhan kebutuhan formasi ASN, tetapi bagian dari strategi besar membangun birokrasi yang lebih profesional, berdampak, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Penyerahan SK ini bukan penghargaan atas apa yang sudah dilakukan, tetapi modal untuk membuktikan apa yang akan dilakukan.

Ini garis start, bukan garis akhir,” tegas Gubernur Melki disambut riuh para peserta.

BACA JUGA:  Tiga Korban Belum Ditemukan, Operasi Pencarian KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Diperpanjang

Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju kelulusan PPPK tidak mudah, penuh penantian dan ujian.

Karena itu, para pegawai yang hadir adalah sosok-sosok yang “ditempa oleh proses” dan layak mengemban tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Gubernur Melki menekankan bahwa pemerintah butuh ASN yang bekerja dengan hati, nurani, dan tanggung jawab, bukan pegawai yang hanya menunggu perintah.

“Jika menemukan masalah, pecahkan. Jika melihat kerumitan, sederhanakan. Jika kebiasaan lama menghambat, beranilah berubah dan membuat terobosan,” ujarnya.

Gubernur Melki juga memberi perhatian khusus pada tiga sektor strategis:

Pendidikan, agar guru tidak hanya mengajar tetapi mencerahkan masa depan.

BACA JUGA:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Kesehatan, agar tenaga kesehatan tidak hanya mengobati penyakit, tetapi menjaga harapan masyarakat.

Pelayanan publik, agar aparatur melayani rakyat dengan empati, kecepatan, dan ketulusan.

“Kantor bukan tempat menunggu waktu pulang, tetapi ruang perjuangan untuk menghasilkan perubahan kecil yang berdampak besar,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, Gubernur Melki menyebut NTT memiliki banyak tantangan, tetapi juga masa depan cerah yang bisa dibentuk melalui semangat kolaborasi dan gotong royong.

Pemprov NTT saat ini fokus pada, ketahanan pangan, peningkatan SDM, digitalisasi pelayanan publik, penurunan kemiskinan, penguatan desa, kesehatan, UMKM dan daya beli masyarakat, serta pemerataan pendidikan.

BACA JUGA:  Natal TNI AD Bersama KASAD, Wagub NTT Apresiasi Kontribusi TNI dalam Pembangunan NTT

Ia menegaskan bahwa seluruh PPPK yang baru diangkat adalah bagian penting dalam mempercepat visi pembangunan tersebut, termasuk dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran yang diterjemahkan dalam Dasa Cita NTT.

Salah satu program prioritas yang kembali ia tekankan adalah One Village One Product (OVOP) dan One School One Product (OSOP) sebagai strategi pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan sekolah.

Program ini, kata Gubernur Melki, harus digerakkan secara bersama oleh ASN hingga ke desa, kelurahan, komunitas, dan sekolah agar mampu melahirkan produk unggulan yang menembus pasar nasional hingga internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *