DPW PAN NTT Gelar Workshop Politik, Mahasiswa Diajak Jadi Pengawal Demokrasi dan Kebijakan Publik

Kupang.NW,id- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan workshop dan pendidikan politik bagi mahasiswa di Kota Kupang, Sabtu (22/11/2025), yang berlangsung di Rumah PAN NTT.

Kegiatan dengan tema “Peran Mahasiswa sebagai Pengawal Demokrasi dan Kebijakan Publik” ini menghadirkan akademisi politik Amir Kiwang, Anggota DPRD NTT Kristo Loko, pengurus PAN NTT Marianus Djawa, Wakil Ketua DPW PAN NTT Emanuel Pasar, serta perwakilan Kesbangpol NTT.

Sekretaris DPW PAN NTT, Marthen Lenggu, mengatakan workshop tersebut diikuti mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Kupang, yakni Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Muhammadiyah Kupang, Stikom Uyelindo, Stikes, dan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira).

BACA JUGA:  Rayakan HUT ke-18, Gerindra Berbagi ke Lima Panti Asuhan di Kota Kupang

“Ini merupakan program DPW PAN NTT dalam kaitannya dengan tugas dan fungsi partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk teman-teman mahasiswa,” ujar Marthen.

Marthen menjelaskan, mahasiswa dipilih sebagai peserta karena memiliki peran strategis dalam dinamika demokrasi dan pembentukan kebijakan publik di tingkat daerah maupun nasional.

“Mereka juga memegang peran penting dalam memajukan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa.

BACA JUGA:  Anggota DPR RI Umbu Rudi Beri Kuliah Umum di STIKes Nusantara,Serap Aspirasi dan Akses Beasiswa

“Keberadaan mahasiswa saat ini akan menjadi penting, sebab nantinya bakal memposisikan diri sebagai seorang pemimpin masa depan,” katanya.

Melalui workshop ini, DPW PAN NTT berharap mahasiswa dapat melihat lebih dekat peran partai politik dalam menjalankan tugas dan program, baik melalui kader yang berada di legislatif maupun eksekutif.

“Tentu lewat kader-kader yang ada di legislatif maupun di eksekutif. Baik itu Menteri, Gubernur, Bupati atau Wali Kota,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marthen juga menyampaikan bahwa DPP PAN telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif membantu masyarakat melalui tagline “PAN Bantu Rakyat”.

BACA JUGA:  Polisi Gelar Rekon Kasus Pengeroyokan Anak di Kupang, Ada 25 Adegan,Korban Dipukul, Ditendang, Hingga Diinjak

Baginya, partai harus hadir, bekerja, dan memberi kontribusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi publik.

“Memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Dia berjuang untuk masyarakat. Sebagai kepala daerah, dia mampu menyusun program yang betul-betul bermanfaat untuk rakyat,” ungkapnya.

Secara organisasi, PAN NTT juga memiliki program sosial di bidang kesehatan berupa penyediaan ambulans untuk masyarakat. Selain itu, bantuan sosial seperti sembako disalurkan rutin setiap tiga bulan, dan menjadi kewajiban seluruh kader.

“Kita berharap ini bisa memberi manfaat dan masyarakat terus memberi kepercayaan bagi partai, bahwa partai ada dan sungguh-sungguh berjuang bersama masyarakat,” tutup Marthen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *