Sikka,NW.id– Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan bahwa distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Biosolar, di Kabupaten Sikka masih berjalan normal dan sesuai dengan kuota resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Penegasan ini disampaikan untuk merespons keluhan masyarakat yang sempat mengeluhkan terbatasnya pasokan Biosolar pada Senin (117/11/2025).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa sebagai badan usaha yang diberi penugasan oleh pemerintah, Pertamina Patra Niaga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah operasional.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan penyalur yang telah diatur oleh BPH Migas. Secara umum, stok Biosolar di Kabupaten Sikka berada dalam kondisi aman,” ujarnya.
Terkait munculnya kekosongan pada beberapa SPBU, Ahad menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi karena lembaga penyalur telah menyalurkan BBM melebihi kuota harian atau bulanan yang ditetapkan. Kondisi ini menyebabkan adanya penyesuaian pengiriman hingga alokasi selanjutnya diberikan.
“Jika terdapat lembaga penyalur yang mengalami kekosongan, hal itu karena lembaga tersebut sudah menyalurkan melebihi batas kuota yang ditentukan. Penyaluran ke SPBU dilakukan berdasarkan kuota resmi pemerintah,” jelasnya.
Hingga November 2025, realisasi penyaluran Biosolar subsidi di Kabupaten Sikka tercatat mencapai 7 ribu kiloliter (KL) atau sekitar 88 persen dari total kuota tahun 2025.
Pertamina Patra Niaga juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah dan BPH Migas terkait usulan penambahan kuota untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pihaknya terus memperketat pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Upaya ini dilakukan agar Biosolar lebih mudah diakses masyarakat yang berhak serta mencegah potensi penyimpangan atau penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
“Dengan pengawasan yang lebih ketat, kami memastikan bahwa BBM subsidi tersalurkan kepada konsumen kendaraan yang berhak serta meminimalkan penyelewengan.
Kami berharap distribusi dapat berjalan lancar dan situasi kembali normal,” tambah Ahad.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari penimbunan.
Jika masyarakat menemukan pelanggaran, kecurangan, atau mengalami ketidaknyamanan dalam pelayanan SPBU, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.






