Wagub NTT Dorong Warga Oetefu Ciptakan Produk Unggulan Desa Tenteng Gula Disiapkan Jadi Ekonomi Baru

Wagub NTT Jhoni Asadoma di Rote Ndao

ROTE NDAO.NW.id — Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Ekonomi Kreatif Pengolahan Kacang Lena/Wijen dan Pameran Produk Ekonomi Kreatif di Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang diikuti 30 peserta itu berlangsung meriah dan penuh antusias masyarakat. Kehadiran Wakil Gubernur menjadi suntikan semangat bagi warga desa untuk terus mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis hasil pertanian.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Oetefu yang dinilai berhasil menjaga dan mengembangkan potensi produksi kacang lena atau wijen yang saat ini mencapai sekitar 300 kilogram per tahun.

BACA JUGA:  RUPS Bank NTT Sepakati Langkah Strategis, Melki Laka Lena,Dukung Program Prioritas Daerah, Modal Ditambah

Selain wijen, desa tersebut juga memiliki potensi besar dalam pengembangan kacang tanah menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Menariknya, Wakil Gubernur secara khusus menantang masyarakat untuk mulai mengembangkan produk tenteng gula sebagai produk unggulan khas Desa Oetefu.

Produk tersebut nantinya akan didorong masuk dalam program OVOP (One Village One Product) agar memiliki nilai jual dan daya saing lebih tinggi.

“Potensi desa ini luar biasa. Masyarakat harus berani berinovasi dan mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar,” ujar Wakil Gubernur.

Menurutnya, program OVOP menjadi strategi penting dalam membangun ekonomi desa karena setiap desa didorong memiliki produk khas yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

BACA JUGA:  Pemkab Ngada Gandeng Bank NTT, Perkuat Digitalisasi dan Transparansi Keuangan Daerah

Selain berbicara soal ekonomi kreatif, Wakil Gubernur juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di daerah.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk mulai mengubah pola hidup dengan mengurangi konsumsi siri pinang, rokok, dan sopi demi masa depan anak-anak.

“Kalau ingin anak-anak sehat dan cerdas, orang tua harus berani berubah. Kurangi pengeluaran untuk siri pinang, rokok, dan sopi, lalu fokus pada gizi anak dan kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Tak hanya itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian dalam sambutannya. Wakil Gubernur meminta masyarakat ikut menjaga dan mengembangkan potensi wisata daerah agar mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:  Heboh Isu BBM Naik 1 April 2026 Viral, Pertamina Buka Suara, Hoaks, Belum Ada Keputusan Resmi

“Pariwisata harus dijaga dan terus ditingkatkan. Kalau PAD meningkat, pembangunan daerah juga akan berjalan lebih baik,” katanya.

Di akhir kegiatan, Wakil Gubernur mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius karena diyakini menjadi langkah awal lahirnya produk-produk unggulan lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Oetefu dan sekitarnya.

Pelatihan dan pameran produk ekonomi kreatif tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *