Komodo Akan Dikembangkan di Golo Mori, Kepala BPDAS Kludolfus Tuames,Habitat Alternatif Sekaligus Destinasi Wisata Baru

Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, mendampingi Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, melakukan kunjungan ke kawasan Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat.

LABUAN BAJO.NW.id – Pemerintah mulai mendorong pengembangan habitat komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo sebagai langkah strategis menciptakan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan di Indonesia.

Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, mengatakan kawasan ITDC Golo Mori memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi habitat komodo sekaligus destinasi wisata baru di luar kawasan konservasi utama.

Hal tersebut disampaikan Dolfus usai mendampingi Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, melakukan kunjungan ke kawasan Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat.

“Kawasan Golo Mori memiliki potensi besar karena di wilayah itu sudah terdapat komodo yang hidup di luar kawasan hutan konservasi. Ini bisa menjadi habitat alternatif sekaligus destinasi wisata baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Belanja Pegawai NTT Capai 40 Persen, Melki dan Para Bupati Sepakat Lobi Tiga Kementerian

Menurut Dolfus, pengembangan habitat komodo di Golo Mori diharapkan mampu mengurangi tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Taman Nasional Komodo, sekaligus membuka pusat pertumbuhan wisata baru di Flores bagian barat.

Selain itu, konsep tersebut dinilai sejalan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan antara konservasi alam dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana tersebut, BPDAS Benain Noelmina akan melakukan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon di kawasan Golo Mori guna membangun ekosistem alami yang mendukung keberlangsungan hidup komodo.

BACA JUGA:  Wagub NTT Dampingi Menko AHY Tinjau Proyek Strategis di Labuan Bajo,Bahas Pengembangan Bandara Hingga Jalan

“Penanaman pohon penting untuk menciptakan keseimbangan ekosistem. Kehadiran satwa lain nantinya akan menjadi bagian dari rantai makanan komodo sehingga habitatnya dapat terbentuk secara alami,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan kawasan Golo Mori diharapkan tidak hanya menawarkan panorama alam dan wisata premium, tetapi juga pengalaman unik bagi wisatawan untuk melihat komodo secara langsung tanpa harus masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo.

“Harapannya wisatawan yang datang ke Golo Mori bisa menikmati keindahan alam sekaligus melihat komodo secara langsung. Ini akan menjadi daya tarik baru pariwisata Indonesia, khususnya di NTT,” tambah Dolfus.

BACA JUGA:  Jaga Natal Damai 2025, Banser NTT Siagakan Ratusan Anggota di Gereja

Pengembangan habitat komodo di luar kawasan konservasi ini dinilai menjadi salah satu terobosan pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia sekaligus memperluas destinasi wisata kelas dunia di wilayah timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *