Wagub NTT Johni Asadoma Berbagi Berkah Ramadan di TPA Namosain, Tanamkan Nilai Adab dan Iman pada Generasi Muda

Wagub NTT, Dr.Jhoni Asadoma berbagi berkah di Panti Asuhan

KUPANG,NW.id – Suasana penuh kehangatan dan keberkahan menyelimuti Taman Pendidikan Alquran (TPA) An-Nazim di Kampung Maleset, Kelurahan Namosain, Kota Kupang, saat Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, hadir berbuka puasa bersama puluhan anak didik, Minggu (15/3/2026).

Didampingi Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT, Vera C. Asadoma-Sirait, kehadiran Wagub bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kepada generasi muda dalam momentum suci Ramadan.

Sebanyak 66 anak tampak antusias menyambut kedatangan Wagub. Tawa dan senyum mereka mencerminkan kebahagiaan sederhana yang sarat makna kebersamaan dan ukhuwah.

BACA JUGA:  Jalur Trans Timor Lumpuh Akibat Jembatan Ambruk, Wagub NTT Tinjau dan Siapkan Solusi Darurat

Dalam tausiyah singkatnya, Johni Asadoma mengingatkan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk membentuk karakter dan memperkuat keimanan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa adab atau akhlak harus menjadi pondasi utama dalam kehidupan setiap insan.

“Ilmu itu penting, tetapi adab adalah yang utama. Hormati orang tua, sayangi sesama, dan jadikan Alquran sebagai pedoman hidup,” pesannya penuh makna.

Ia juga mengajak anak-anak untuk terus rajin mengaji, memperbanyak ibadah, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Momen kebersamaan itu semakin lengkap saat waktu berbuka tiba. Wagub membagikan nasi kotak dan takjil kepada seluruh anak, disertai bantuan sebagai bentuk kepedulian menjelang Hari Raya Idulfitri.

BACA JUGA:  Kunjungi Alor, Wagub Johni Tinjau Jalan Bukapiting– Apui,Dorong Pembangunan Dilanjutkan Hingga 20 Km

Ketua TPA An-Nazim, Akbar Rahiman, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tersebut.

Ia menilai kehadiran Wagub menjadi motivasi spiritual bagi anak-anak untuk semakin mencintai Alquran dan memperbaiki akhlak.

“Ini bukan hanya kunjungan, tetapi membawa semangat dan keberkahan bagi kami semua,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus bangsa.

Dari TPA sederhana di sudut Kota Kupang, harapan besar tumbuh—lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan luhur dalam akhlak.

BACA JUGA:  Direnovasi 2024, Sudah Dilaporkan, Plafon Rujab Wagub NTT Roboh Diduga Akibat Rembesan Air, Tidak Ada Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *