Dicopot Sepihak, Pengurus Lama Taekwondo Belu Surati PBTI Pertanyakan Legalitas Kepengurusan Baru

Ilustrasi (net)

KUPANG.NW,id – Konflik internal organisasi kembali mencuat di dunia olahraga bela diri di Nusa Tenggara Timur. Kali ini, polemik terjadi di tubuh Taekwondo Indonesia Kabupaten Belu yang berujung pada protes keras dari pengurus lama

Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Belu periode 2023–2027 resmi melayangkan surat kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk meminta keadilan sekaligus klarifikasi atas pemberhentian mereka yang dinilai tidak melalui prosedur organisasi yang sah.

Surat tersebut ditandatangani Ketua Harian Pengkab TI Belu periode 2023–2027, Gatra, dan dikirim dari Atambua, Kabupaten Belu, pada 6 Maret 2026.

Dalam surat itu, pengurus lama meminta Ketua Umum PBTI meninjau kembali legalitas kepengurusan baru Pengkab TI Belu periode 2025–2030 yang telah dilantik sebelumnya.

“Kami memohon kiranya Ketua Umum PBTI dapat meninjau kembali legalitas kepengurusan yang baru dilantik dan memberikan solusi yang adil agar marwah organisasi tetap terjaga,” tulis Gatra dalam surat tersebut.

BACA JUGA:  Surati PBTI, Pengcab TI Ende Mosi Tak Percaya Ketua TI NTT, Soroti UKT Hingga Gagalnya Prestasi PON

Dalam kronologi yang disampaikan kepada PBTI, konflik organisasi disebut bermula dari perselisihan internal antara Ketua Pengkab TI Belu, Alo Lako, dengan Sekretaris Pengkab, Edy Ola.

Perselisihan tersebut bahkan telah dituangkan dalam surat resmi bernomor 044/PENGKAB-TI-BELU/X/2024 tertanggal 17 Oktober 2024.

Situasi yang terus memanas akhirnya membuat Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia NTT mengambil langkah tegas dengan membekukan kepengurusan organisasi.

Pembekuan tersebut tertuang dalam surat bernomor 48/PENGPROV-TI-NTT/XI/2024 yang diterbitkan pada 11 November 2024.

Namun menurut Gatra, keputusan pemberhentian pengurus lama dinilai tidak melalui proses klarifikasi, konfirmasi maupun evaluasi yang transparan sebagaimana diatur dalam AD/ART organisasi.

Dalam keputusan tersebut, Pengprov menunjuk dua pengurus provinsi, yakni Ivan Valen Yosua Missa dan Edi Benediktus Blegur, untuk menjalankan roda organisasi sementara sekaligus mempersiapkan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub).

Kepengurusan Baru Dinilai Muncul Mendadak
Masalah semakin pelik ketika di tengah proses menuju Muskablub, tiba-tiba muncul Surat Keputusan kepengurusan baru Pengkab TI Belu periode 2025–2030.

BACA JUGA:  Hanura Usulkan Pergantian Mukris Lay dari Ketua Fraksi Gabungan, Ricard Odja Pastikan Segera Diproses

Pengurus lama mengaku terkejut karena proses tersebut dilakukan tanpa melibatkan mereka, padahal tidak semua pengurus terlibat dalam konflik personal antara ketua dan sekretaris sebelumnya.

“Proses pelantikan kepengurusan baru dilakukan tanpa melibatkan kami sebagai pengurus lama, padahal tidak semua pengurus berada dalam konflik tersebut,” tulis Gatra.

Pengurus lama juga mengaku telah berupaya meminta penjelasan kepada Pengprov TI NTT terkait alasan pemberhentian mereka, namun hingga kini belum memperoleh jawaban resmi.

Karena itu, mereka memilih menyampaikan aspirasi langsung kepada PBTI sebagai otoritas tertinggi organisasi.

Pengurus lama menilai polemik organisasi ini berpotensi mengganggu pembinaan atlet taekwondo di wilayah perbatasan tersebut.

Padahal selama ini Kabupaten Belu dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup aktif melahirkan atlet taekwondo berprestasi di Nusa Tenggara Timur, selain Kota Kupang.

Melalui surat tersebut, mereka berharap PBTI dapat turun tangan untuk meninjau kembali proses organisasi yang terjadi demi menjaga marwah dan keberlangsungan pembinaan atlet.

BACA JUGA:  Dipanggil Seleksi Pelatnas, Atlet Maria Messakh Gagal Berangkat, Dispora, Tak Ada Koordinasi Resmi dari Pengprov TI

Surat itu juga ditembuskan kepada Dewan Pembina PBTI, Kepala Bidang Organisasi PBTI, serta Ketua Pengprov TI NTT.

Pengprov NTT Angkat Bicara
Di sisi lain, Wakil Sekretaris Pengprov TI NTT, Ivan Valen Yosua Missa, menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya menyelesaikan konflik internal Pengkab TI Belu secara langsung di daerah.

Menurut Ivan, Pengprov bahkan turun langsung ke Belu dan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, mulai dari pengurus, dojang, pelatih hingga orangtua atlet.

Dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat agar persoalan diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun hingga batas waktu yang diberikan, konflik tidak kunjung terselesaikan.

Karena itu, Pengprov akhirnya memutuskan membekukan kepengurusan sebelum menunjuk kepengurusan baru agar roda organisasi tetap berjalan.

“Keputusan ini dilakukan semata-mata agar Taekwondo Belu tetap eksis, mengingat Belu punya segudang atlet berprestasi dan selama ini sangat diperhitungkan,” ujar Ivan.
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *