Timur Tengah Bergejolak, Wagub Johni Asadoma Minta Warga NTT Ikuti Arahan KBRI dan Tunda Umrah

Wagub NTT, Dr.Jhoni Asadoma

KUPANG, NW ,id – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meminta seluruh warga NTT yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang serta mengikuti arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara masing-masing.

“Warga NTT yang berada di Timur Tengah segera menghubungi KBRI dan mengikuti semua petunjuk yang diberikan. Untuk sementara waktu, cari tempat berlindung yang aman,” tegas Johni, Selasa (3/3/2026).

BACA JUGA:  Koperasi Merah Putih Jadi Kunci Ekonomi Desa di NTT, Fernando Soares Dorong Percepatan Jangkau Seluruh Wilayah

Menurut mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri itu, konflik yang terus memanas berpotensi meluas dan memberi dampak terhadap stabilitas global.

Ia mengingatkan bahwa jika perang berkepanjangan, dampaknya tidak hanya pada keamanan kawasan, tetapi juga bisa mengguncang perekonomian dunia, termasuk pasokan energi dan pangan.

Karena itu, Johni secara khusus meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTT untuk aktif memantau perkembangan global dan melakukan analisis internal.

“Kita juga bisa terdampak dari perang tersebut. Antisipasi sejak dini. Selalu lakukan analisa. Ini situasi serius dan tidak boleh dianggap remeh,” ujarnya.

BACA JUGA:  Maju di Musda KAI NTT, Erryc–Arnold Janji Bangun Organisasi Berbasis Integritas dan Profesionalisme

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTT, Hasan Manuk, memastikan untuk saat ini tidak ada jemaah umrah asal NTT yang sedang berada di Tanah Suci.

“Jemaah umrah NTT yang sementara ibadah umrah tidak ada,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum konflik pecah, sebanyak 40 jemaah umrah asal NTT telah kembali ke Indonesia setelah menjalani ibadah selama 13 hari.

Namun, rencana keberangkatan jemaah dari PT Manasik Haji dan Umrah cabang Labuan Bajo pada 7 dan 9 Maret 2026 resmi ditunda hingga situasi keamanan membaik.

BACA JUGA:  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Hasan mengimbau calon jemaah umrah asal NTT untuk menahan diri dan tidak memaksakan keberangkatan di tengah kondisi yang belum kondusif.

Ia mengkhawatirkan potensi gangguan perjalanan seperti pembatalan penerbangan atau penutupan akses wilayah.

“Lebih baik untuk saat ini jemaah umrah jangan dulu berangkat dalam kondisi yang tidak menentu seperti ini,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTT berharap situasi di Timur Tengah segera mereda agar stabilitas global kembali pulih dan aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan ibadah, dapat berjalan normal kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *