Berita  

PSMTI NTT Gelar Kupang Lampion Food Street Market 2026,  Kolaborasi Budaya dan Ekonomi Kreatif

Ketua PSMTI, Hengky Lianto, Ketua PanitiaDr. Andre Hartanto,Bobi Lianto danCEO BNS Production, Zulkifli

KUPANG.NW,id – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Kupang Lampion Food Street Market 2026 di Jalan El Tari, Kota Kupang.

Event ini menjadi yang pertama dan terbesar di NTT, sekaligus ajang kolaborasi budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang terbuka untuk masyarakat umum

Ketua PSMTI NTT, Hengky Lianto, mengatakan kegiatan ini mengusung tema harmoni dalam keberagaman dan kekuatan dalam persaudaraan.

Lampion dipilih sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman budaya yang hidup di Indonesia, khususnya di NTT.

“Melalui Kupang Lampion Food Street Market, kami ingin mendorong pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM, sekaligus menghadirkan hiburan yang positif bagi masyarakat,” ujar Hengky saat jumpa pers di Kupang, Sabtu (7/2/2026).

BACA JUGA:  Maju di Musda KAI NTT, Erryc–Arnold Janji Bangun Organisasi Berbasis Integritas dan Profesionalisme

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Maret 2026, pukul 16.00–22.00 Wita, berlokasi di Jalan El Tari Kupang, tepat di depan rumah jabatan dan Kantor Gubernur NTT.

Sekitar 70 hingga 80 stand UMKM akan berjajar di sepanjang area kegiatan dengan panjang mencapai 200–300 meter.

Sebagian besar stand merupakan sektor kuliner dengan komposisi 90 persen food and beverage (F&B).

Panitia juga membagi area ke dalam zona halal dan non-halal, di mana sekitar 80 persen berada di zona halal.

Ketua Panitia Kupang Lampion Food Street Market 2026, Dr. Andre Hartanto, menyebut kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PSMTI NTT, HK Inti, pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

BACA JUGA:  Musda IV KAI NTT, Ketum Siti Lubis Ingatkan Soliditas, Jangan Ada yang Tinggalkan Organisasi

“Ini bukan event biasa. Di dalamnya ada kolaborasi budaya, ekonomi, dan pariwisata. Berbagai budaya akan ditampilkan, tidak hanya budaya Tionghoa, tetapi juga budaya Timur, Batak, Jawa, dan lainnya sebagai wujud harmoni dalam keberagaman,” jelas Andre.

Dari sisi ekonomi, event ini diproyeksikan mencatat lebih dari 10 ribu transaksi, baik melalui QRIS maupun pembayaran tunai, selama tiga hari pelaksanaan.

Hingga Sabtu sore, tercatat 47 UMKM telah mendaftar, dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring tingginya animo pelaku usaha.

Selain food street market, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan pertunjukan, seperti barongsai show, lion naga show, oriental music show, lomba menyanyi, fashion show anak dan remaja busana mandarin, talk show, hingga DJ performance.

BACA JUGA:  Terima Laporan Sengketa Lahan Eks Timor Timur di Atambua, Wagub Johni Asadoma Minta Solusi Humanis untuk 400 KK

Anggota panitia, Bobby Lianto, berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

“Kami berharap acara ini berdampak positif bagi UMKM di Kota Kupang dan sekitarnya. Dukungan media sangat penting untuk menyebarkan informasi positif tentang kegiatan ini,” ujarnya.

Kupang Lampion Food Street Market 2026 telah dilaporkan kepada Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang, serta direncanakan akan dilakukan audiensi dengan Kapolda NTT sebagai bagian dari dukungan dan pengamanan kegiatan.

Sementara itu, CEO BNS Production, Zulkifli, selaku Event Organizer, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh PSMTI NTT dan panitia.

“Kami berharap acara ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi UMKM di Kota Kupang dan sekitarnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *